Anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin: Kolam Retensi Bukan Sekadar “Bak Penampung”

Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin, S.Hi. berdialog bersama unsur Forkopimda saat kegiatan groundbreaking Kolam Retensi Amahami, Rabu (5/8/2026). Kolam retensi ini diharapkan jadi solusi banjir sekaligus ruang publik baru bagi masyarakat.

Kota Bima, Garda Asakota.-Rabu (5/8/2026) jadi hari penting buat warga Kota Bima. Anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.Hi., turun langsung menghadiri peletakan batu pertama Kolam Retensi Amahami. Setelah itu, ia bersama jajaran Pemkot juga meninjau Kolam Retensi Dae Lakosa.

Hadir bareng dalam kegiatan ini Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, para Kepala OPD, Camat Rasanae Barat, Lurah Dara, Lurah Monggonao, hingga unsur Forkopimda.

Bagi Amir, kolam retensi ini bukan proyek biasa. Ini langkah strategis Pemkot buat memutus rantai banjir yang tiap tahun jadi PR Kota Bima. Tapi ada visi yang lebih jauh.

“Kita berharap kolam retensi ini nantinya bukan hanya menjadi infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat,” kata Amir.

Bayangkan, kata dia, nanti selain banjir bisa dikendalikan, masyarakat juga punya tempat baru buat jalan sore, olahraga, atau sekadar nongkrong. Tentunya dengan ekosistem di sekitarnya yang tetap dijaga.

Amir mengingatkan, jangan sampai penanganannya setengah-setengah. Membangun kolam di hilir saja tidak akan efektif kalau hulunya tidak dibenahi. “Penanganan banjir tidak cukup hanya memperbaiki persoalan di hilir. Kita juga harus melihat keseluruhan sistemnya, mulai dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

Menurutnya, konservasi, penghijauan, dan penataan kawasan hulu wajib jadi bagian dari strategi besar Pemkot. Di akhir penegasannya, Amir menegaskan DPRD Kota Bima akan terus mengawal dan mendukung program Pemda.

“Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat ganda. Banjir bisa dikendalikan, lingkungan menjadi lebih baik, dan masyarakat memiliki ruang publik yang sehat dan nyaman. Tetapi semua itu harus dijaga bersama,” pungkasnya.

Dengan sinergi lintas sektor, harapannya Kota Bima bisa bebas banjir dan punya wajah baru yang lebih hijau. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page