Kota Bima, Garda Asakota.-Jam dinding di kantor Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima rasanya berdetak lebih cepat.
Pasalnya, Senin lusa, 29 Juni 2026, tim penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi NTB akan datang. Artinya, warga Jatiwangi cuma punya sisa waktu 2 hari untuk polesan terakhir. “Kita kejar tayang,” ujar Lurah Jatiwangi Jumardin, S.Sos, Jumat (27/6/2026).
Napasnya setengah lega, setengah cemas. Leganya karena data administrasi sudah 90 persen rampung. Cemasnya karena ada beberapa titik yang butuh sentuhan cepat. Contoh kecil seperti bibit sayur yang harus segera ditanam agar nilai “BISA” nya dapat. “Kami sudah minta. Semoga OPD terkait segera merespon,” katanya pelan.
Sejak awal, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima jadi “tulang punggung”. Turun lapangan tiap hari. Nggak cuma DLH. Tatapem, Dikes, Puskesmas Jatibaru, sampai Dikpora juga ikut angkat tangan.
“Tapi ada satu nama yang sampai hari ini belum kami lihat wajahnya yakni Brida. Padahal Brida OPD Pembina kami,” ujar Jumardin. Nada suaranya datar, tapi maknanya dalam.
Sementara itu, Sekretaris DLH Kota Bima, Hj. Nurkomala, S.E, membuktikan ucapan dengan aksi. DLH menurunkan 4 paket bantuan sebagai bentuk kolaborasi yakni Mai Ka Kura Masaki, Biopori berbentuk meja. Estetik, fungsional, sekaligus kurangi sampah. Proklin, Kampung Iklim untuk pengendalian lingkungan, 5 Pohon Ketapang Kencana ditanam langsung biar Jatiwangi makin teduh dan Pasukan Bersih berupa mini loader dan dump truk dari Bidang PSBL3 dikerahkan buat sapu bersih kelurahan. “Semua ini demi satu target, mengharumkan nama Kota Bima di tingkat provinsi,” tuturnya.
Kini bola ada di tangan tim penilai dan di tangan Brida. Apakah Jatiwangi akan tampil sempurna 100 persen? Warga hanya bisa berdoa dan berharap OPD Pembina segera hadir, meski H-2.(GA. 003*)




















