Brida Kota Bima Buka Suara: “Kami Hadir di Kelurahan Jatiwangi, Ini Hanya Miskomunikasi”

Kepala Brida Kota Bima, Arif Roesman Effendy, ST, M.Eng, M.Sc, MT.

Kota Bima, Garda Asakota.-Polemik keterlibatan OPD Pembina dalam persiapan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi NTB akhirnya mendapat titik terang.

Badan Riset dan Inovasi Daerah atau Brida Kota Bima angkat bicara menanggapi pernyataan Lurah Jatiwangi Jumardin, S.Sos., yang menyebut Brida “tak pernah sama sekali hadir”.

“Pada saat rapat persiapan yang dilaksanakan pada hari Rabu lalu di Aula Kantor Kelurahan Jatiwangi, ada staf saya atas nama Kuriadin yang hadir langsung dan sempat berkomunikasi dengan Lurah Jatiwangi,” ujar Kepala Brida Kota Bima, Arif Roesman Effendy, ST, M.Eng, M.Sc, MT., Jumat (27/6/2026).

Bukti kehadiran itu tidak berhenti di situ. “Hari ini pun ada anggota Brida yang hadir langsung di kantor Lurah Jatiwangi,” tegasnya.

Brida juga membeberkan alasan kesibukannya dalam beberapa minggu terakhir. Ternyata, Brida sedang mengawal beberapa agenda besar Kota Bima sekaligus.

Pertama, pendampingan inovasi dalam rangka penilaian Indeks Government Award atau IGA tahun 2026. Kedua, verifikasi karya ilmiah untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah atau LKTI tingkat Kota Bima. “Jumlah pesertanya mengalami lonjakan yang luar biasa di tahun 2026 ini,” katanya.

Ketiga, agenda paling bergengsi. Yakni penilaian Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah atau IPKD. “Tahun ini Kota Bima masuk nominasi 24 provinsi/kab/kota seluruh Indonesia. Ini baru pertama kali Kota Bima masuk nominasi 24 besar dan ada peluang memperoleh dana insentif juga,” jelasnya bangga.

Keempat, Brida juga sedang mempersiapkan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual untuk tenun Bima. Sasarannya lebih besar, yaitu Indikasi Geografis atau IG tenun, bersama BRIN dan Kemenkumham. “Jadi soal berita tadi hanya miskomunikasi saja,” lanjutnya.

Kalimat penutupnya tegas dan menenangkan: “Yang jelas, di tengah padatnya agenda internal, Brida Kota Bima tetap berkomitmen mendukung penuh Kelurahan Jatiwangi dalam lomba kelurahan tingkat Provinsi NTB ini,” tegas mantan Kepala BKPSDM Kota Bima ini.

Sebelumnya, Lurah Jatiwangi mengapresiasi DLH, Tatapem, Dikes, Puskesmas Jatibaru, dan Dikpora yang aktif turun lapangan. Ia juga berharap OPD Pembina Brida bisa segera merespon. Kini, dengan klarifikasi ini, diharapkan semua pihak dapat bersinergi penuh demi mengharumkan nama Kota Bima. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page