Mataram, Garda Asakota.–Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Ballroom Hotel Golden Palace Mataram, Jumat (26/6/2026), NasDem NTB menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput sekaligus menyusun strategi menghadapi dinamika politik nasional.
Ketua DPW Partai NasDem NTB, H Mori Hanafi, mengatakan Rakerwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum menyatukan langkah seluruh struktur partai untuk menuntaskan konsolidasi hingga tingkat DPRt, memperkuat basis data politik, serta menyiapkan strategi memenangkan kontestasi politik mendatang.
Anggota DPR RI Dapil NTB I Pulau Sumbawa yang juga mantan pimpinan DPRD NTB itu mengungkapkan seluruh DPD Partai NasDem di 10 kabupaten/kota telah menyelesaikan pembentukan kepengurusan DPC. Mulai bulan depan, seluruh daerah akan bergerak membentuk Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) sebagai ujung tombak pemenangan partai.
“Seluruh DPD sudah melaporkan bahwa pembentukan DPC telah tuntas. Berikutnya kami akan bergerak membentuk DPRt agar mesin partai benar-benar siap sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Menurut Mori, penguatan struktur partai menjadi fondasi penting apabila NasDem ingin mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan kursi legislatif di NTB pada Pemilu 2029.
Selain konsolidasi internal, Rakerwil juga menjadi forum pembekalan kader mengenai berbagai isu strategis nasional, termasuk pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu yang hingga kini masih menjadi perdebatan di tingkat nasional.
Ia menyebut seluruh peserta diwajibkan mengikuti pembahasan tersebut karena hasilnya akan menjadi pijakan Partai NasDem dalam menyusun strategi politik menghadapi Pemilu 2029.
“Kami ingin seluruh kader memahami arah perubahan regulasi kepemiluan. Apakah nanti pemilu nasional dan daerah tetap serentak, bagaimana skema pemilihan kepala daerah ke depan, semuanya menjadi isu strategis yang harus dipahami kader,” katanya.
Salah satu isu yang mengemuka dalam Rakerwil adalah dukungan DPW NasDem NTB agar DPP Partai NasDem tetap memperjuangkan parliamentary threshold sebesar 7 persen sebagai ambang batas parlemen nasional.
Menurut Mori, usulan tersebut mendapat dukungan hampir seluruh DPD Partai NasDem di NTB dan diyakini akan menjadi salah satu rekomendasi resmi Rakerwil kepada DPP.
“Insya Allah salah satu rekomendasi kami adalah meminta DPP tetap memperjuangkan parliamentary threshold 7 persen secara nasional. Kami siap menyukseskan keputusan itu,” tegasnya.
Di tingkat daerah, NasDem NTB juga memasang target ambisius mempertahankan posisi sebagai salah satu partai besar di NTB. Bahkan sejumlah DPD menargetkan merebut kembali kursi pimpinan DPRD di beberapa kabupaten/kota yang selama ini belum berhasil diraih.
Mori menyebut Kota Bima, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Utara dan sejumlah daerah lainnya menjadi wilayah yang diproyeksikan mengalami peningkatan suara signifikan pada Pemilu 2029.
“Kami ingin mempertahankan sekaligus merebut kembali kursi pimpinan DPRD di daerah-daerah yang masih menjadi target. Semua DPD sudah menyampaikan target politiknya masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Mori juga mengajak seluruh partai politik di NTB untuk terus menjaga komunikasi dan membangun kolaborasi dalam mengawal pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menghambat kerja sama demi kemajuan NTB.
“Kami mengajak seluruh sahabat dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Demokrat, PAN dan seluruh kekuatan politik lainnya untuk bersama-sama membangun NTB,” katanya.
Mori turut mengingatkan seluruh kader agar menjaga soliditas partai di tengah dinamika politik nasional.
Menurutnya, NasDem merupakan rumah bersama yang harus dijaga sehingga seluruh kader diminta berpikir matang sebelum mengambil keputusan politik yang dapat merugikan partai.
“Ini rumah kita. Kita besarkan bersama dan kita pertahankan bersama,” pesannya.
Ia juga mengungkapkan pelaksanaan Rakerwil kali ini sepenuhnya dibiayai oleh DPW Partai NasDem NTB tanpa membebani DPD maupun anggota fraksi di kabupaten/kota. Kebijakan tersebut diambil agar seluruh energi kader dapat difokuskan untuk memperkuat organisasi dan menghadapi agenda politik mendatang.
Rakerwil DPW Partai NasDem NTB dihadiri sejumlah petinggi DPP Partai NasDem, di antaranya Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa, Ketua DPP Julie Sutrisno Laiskodat, serta seluruh anggota Fraksi Nasdem di DPR RI.
Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, Selain itu hadir seluruh pengurus DPW Partai NasDem NTB, Ketua dan pengurus DPD Partai NasDem dari 10 kabupaten/kota se-NTB, anggota DPRD NTB dari Partai NasDem, anggota fraksi DPRD kabupaten/kota, serta perwakilan sejumlah partai politik, antara lain Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN). (GA. Ese*)




















