HUT ke-386 Bima, Refleksi Peradaban dan Seruan Bersatu dari Bupati Ady Mahyudi

Kolase Foto: Suasana Peringatan Hari Jadi ke-386 Kabupaten Bima dengan tema "Bersatu dalam Harmoni" di halaman Kantor Bupati Bima, Minggu (5/7/2026). Tampak Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, Wakil Wali Kota Feri Sofiyan, jajaran Forkopimda, serta masyarakat yang hadir menggunakan pakaian adat Bima.

Bima, Garda Asakota.-Tiga ratus delapan puluh enam tahun. Sebuah angka yang menjadi pengingat, kemajuan Kabupaten Bima tidak hanya dibangun oleh semen dan aspal, tetapi juga oleh budaya, religiusitas, dan semangat persatuan yang diwariskan turun-temurun.

Semangat itu mengemuka kuat dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-386 Kabupaten Bima dengan tema “386 Tahun Bersatu dalam Harmoni”, di halaman Kantor Bupati Bima, Minggu (5/7/2026).

Upacara dihadiri jajaran pimpinan NTB dan Bima Raya. Tampak Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy sebagai tuan rumah, Ketua DPRD Kabupaten Bima, Diah Citra Pravitasari, S.E., beserta Pimpinan dan segenap anggota DPRD, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E., bersama Wawali Feri Sofiyan, S.H., serta Bupati Sumbawa, Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Dompu, dan Forkopimda Kabupaten/Kota Bima, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Murni Suciyanti, dan Ketua GOW Kabupaten Bima, Hj. Anita Irfan.

Dalam pidatonya, Bupati Ady Mahyudi mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari jadi ini sebagai momentum refleksi. Bukan sekadar pesta tahunan.

“Peringatan Hari Jadi Bima bukan sekadar mengenang bertambahnya usia daerah yang kita cintai ini. Lebih dari itu, hari ini adalah saat yang tepat untuk kita semua menundukkan hati, menoleh ke belakang, dan merenungkan perjalanan panjang yang telah dilalui oleh para pendahulu kita. Di dalamnya tersimpan kisah tentang perjuangan, pengorbanan, kebijaksanaan, dan keteguhan hati dalam membangun peradaban,” ujar Ady.

Ia menegaskan, sejarah panjang itu telah membentuk karakter masyarakat Bima: religius, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan, tanpa kehilangan jati diri budaya dan nilai-nilai Islam.

Kunci kemajuan, menurut Bupati, adalah kebersamaan. Ia mengajak semua pihak berjalan beriringan. “Oleh karena itu, marilah kita terus memperkuat kolaborasi dan mempererat persaudaraan. Pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta seluruh elemen masyarakat harus berjalan beriringan, saling menguatkan, dan bergandengan tangan dalam membangun Kabupaten Bima yang kita cintai ini,” tegasnya.

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Umi Dinda, menyampaikan apresiasi. Ia berharap hari jadi ini menjadi penyemangat untuk mengejar kesejahteraan masyarakat Dana Mbojo.

“Bahagia sekali pada tahun ini bisa membersamai masyarakat Bima untuk merayakan hari ulang tahun yang ke-386. Semoga Bima terus maju di bawah kepemimpinan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati dan terus mengejar seluruh pembangunan hingga dapat menyejahterakan masyarakat Dana Mbojo,” ucapnya.

Di penghujung upacara, falsafah Maja Labo Dahu kembali dikumandangkan. Nilai luhur yang berarti “malu berbuat salah dan takut kepada Allah SWT” ini ditegaskan sebagai kompas moral.

Falsafah itu diyakini tetap relevan untuk mengawal tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan pembangunan yang berkeadilan di Bima yang semakin matang usianya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page