Wali Kota Bima Resmi Buka STQ-H Tingkat Kelurahan Tanjung, Ajak Jadikan Al-Qur’an Benteng Moral Generasi

Suasana pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits Tingkat Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat, Selasa 8 Juli 2026. Wali Kota Bima mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai benteng moral generasi. Foto: Ist

Kota Bima, Garda Asakota.-Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., secara resmi membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits/STQ-H Tingkat Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Tahun 2026, Selasa 8 Juli 2026. Pembukaan berlangsung di Lapangan Ua Jira RT 005 RW 002, Kelurahan Tanjung.

Acara dihadiri Staf Ahli Wali Kota, Kepala OPD, Kabag Kesra, Camat Rasanae Barat, para Lurah se-Kecamatan Rasanae Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati arena STQ-H.

Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan, STQ-H tahun ini terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat dengan total dana terhimpun sebesar Rp14.530.000. Kegiatannya mempertandingkan 2 mata lomba yang diikuti 50 peserta dari berbagai lingkungan di Kelurahan Tanjung.

Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kelurahan Tanjung atas kebersamaan dalam menyukseskan kegiatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota juga menyampaikan kondisi fiskal Kota Bima tahun 2026 yang cukup berat. Kapasitas APBD mengalami penurunan lebih dari Rp300 miliar dibanding tahun sebelumnya.

“Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah melakukan efisiensi serta menetapkan skala prioritas dalam penggunaan anggaran daerah. Namun demikian, pembangunan keagamaan merupakan salah satu urusan yang tidak boleh kehilangan perhatian,” ujarnya.

Ia mengapresiasi masyarakat Kelurahan Tanjung yang tetap mampu menyelenggarakan STQ-H dengan meriah meski di tengah keterbatasan.

Wali Kota menegaskan STQ-H bukan sekadar perlombaan tahunan, tetapi ikhtiar menjaga cahaya Al-Qur’an tetap hidup di tengah keluarga dan masyarakat.

Di tengah arus informasi, narkoba, judi online, hoaks, hingga pudarnya budaya saling menghormati, menurutnya benteng terkuat adalah iman, akhlak, dan pendidikan Al-Qur’an.

“Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan cara membaca dengan baik dan benar, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti menghormati orang tua, menyayangi sesama, menjaga amanah, bekerja dengan jujur, mencintai kebersihan, serta saling tolong-menolong dalam kebaikan,” tegasnya.

Kepada dewan hakim, Wali Kota berpesan agar menjunjung tinggi integritas dan objektivitas agar lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mengharumkan nama daerah.

Acara ditutup dengan pembukaan resmi oleh Wali Kota yang disambut antusias peserta dan masyarakat. Wali Kota juga mengajak seluruh warga menjaga Kota Bima agar tetap aman, bersih, rukun, dan religius. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page