Bima, Garda Asakota.-Kampus STIKES Yahya Bima kedatangan tamu penting. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan kunjungan kerja ke kampus tersebut, Rabu (8/7/2026) dalam rangka penguatan pendidikan kesehatan (PKS).
Fokus utama kunjungan ini adalah penyebaran informasi, kolaborasi, dan koordinasi pelayanan kesehatan reproduksi untuk Populasi Kunci dan Sasaran/PKS di wilayah Bima dan sekitarnya.
Kehadiran Dinkes Provinsi NTB ini tidak sendiri. Rombongan juga didampingi langsung oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.
Ketua STIKES Yahya Bima, Muslimah, S.H.I, M.H., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Dinkes Provinsi NTB terhadap dunia pendidikan kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dari Dinkes Provinsi NTB, serta Dinkes Kabupaten Bima yang turut mendampingi. Ini bentuk nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada isu kesehatan reproduksi,” ujarnya.
Menurut Ketua STIKES, kolaborasi ini sangat strategis. Mahasiswa STIKES Yahya Bima ke depan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga punya kepedulian dan kompetensi dalam menangani isu kesehatan reproduksi yang masih menjadi tantangan di masyarakat.
“Kami tentunya menyambut baik kehadiran Dinkes propinsi untuk berkolaborasi dengan STIKES Yahya dalam ikhtiar menurunkan angka kematian ibu dan anak dan terhadap kasus kasus lainya,” ucap Ibu Ketua.
Pihak Dinkes Provinsi NTB <span;>melalui Kabid Keluarga Berencana, <span;>Lalu Simbawara, SKM., M.Si., <span;>dalam kesempatan itu menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan dengan institusi pendidikan. Tujuannya agar informasi kesehatan bisa sampai ke masyarakat lebih cepat, tepat, dan berbasis data.
<span;>Dengan adanya penguatan ini, kata dia, diharapkan STIKES Yahya Bima dapat menjadi pusat penggerak edukasi dan pelayanan kesehatan reproduksi yang humanis dan profesional di Pulau Sumbawa. (GA. 212*)






















