Kota Bima, Garda Asakota.-Walikota Bima diwakili Plt. Asisten I Setda Kota Bima, Hj. Suharni, S.E, menghadiri acara khataman Al-Quran sekaligus pelepasan 53 siswa-siswi kelas VI SDN 28 Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan “Semarak Ceria Melaju” ini berlangsung semarak di halaman sekolah setempat.
Acara turut dihadiri Kadispora, Dewa dan Pengawas Pendidikan, K3S Asakota, Kepala SDN se-Asakota, Lurah Melayu, serta wali siswa.
Suasana berlangsung meriah dengan berbagai pra-acara yang menampilkan kemampuan siswa-siswi. Kegiatan mengangkat tema “Dengan Karakter dan Prestasi Kita Wujudkan Generasi Hebat dan Bermartabat”.
Ketua Panitia, Taufikurrahman, S.Pdi, menyampaikan apresiasi kepada wali murid semua jenjang yang telah memberikan dukungan materi, moril, dan semangat sehingga acara dapat berjalan lancar.
Menurutnya, dari 53 siswa kelas VI yang dilepas, 50 orang mengikuti khataman Al-Quran, sementara 3 siswa lainnya non-muslim.
Kepala Sekolah SDN 28 Melayu, Aris Munandar, S.Pd.I, M.AP, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi sekolah kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6, khususnya kelas VI yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
“Ini penting bagi siswa karena bisa menjadi motivasi besar dalam mengarahkan cita-cita mereka di masa datang,” ujarnya.
Ia juga mencanangkan dua program unggulan ke depan yang membutuhkan kolaborasi dengan wali murid dan stakeholder seperti program Baca Tulis Al-Quran untuk menjawab tantangan zaman agar generasi bebas dari buta huruf Al-Quran dan program Sahabat SDN Tujuh Kebiasaan bagian dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kementerian Pendidikan.
Program ini menempatkan siswa kelas 4 dan 5 sebagai agen perubahan yang menjadi teladan bagi teman sebaya. Fokusnya pada pembiasaan 7 rutinitas harian, Bangun Pagi, memulai hari dengan disiplin dan kesiapan, Beribadah, taat beragama sesuai keyakinan, Berolahraga menjaga kebugaran dan kesehatan fisik, Makan Sehat Bergizi dasar untuk tumbuh kembang optimal, Gemar Belajar memupuk rasa ingin tahu dan kreativitas, Bermasyarakat peduli, berbagi, dan bersikap baik kepada sesama dan Tidur Cepat, memastikan waktu istirahat yang cukup.
“Kondisi perkembangan generasi kita saat ini sangat memprihatinkan. Maka dibutuhkan penguatan karakter dan kompetensi agar anak-anak siap menghadapi tantangan zaman,” tegas Aris. (GA. 003*)


















