Tidur di Atas Tikar Lusuh, Duda dengan Keterbatasan Dua Indera Penting di Jatiwangi Dapat Perhatian Dinsos Kota Bima

Kota Bima, Garda Asakota.-Kehidupan seorang duda tua di RT 04 Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima, menyita perhatian. Hidup sebatang kara dengan kondisi setengah buta dan setengah tuli, M. Saleh, 61 tahun, harus bertahan di rumah reyot berukuran 5×6 meter dengan alas tidur seadanya.

Saat disambangi media ini, kondisi rumah Pak Saleh sangat memprihatinkan. Udara pengap, bau menyengat, dan cahaya matahari menembus atap yang bocor. Di lantai, hanya tergelar sebuah tikar lusuh dan kumal sebagai tempat ia merebahkan badan saat lelah.

“Tidur di sini,” ujar Pak Saleh sambil menunjuk tikarnya dengan tongkat kayu. “Inilah tempat tidur saya. Tidak ada yang lain, karena memang tidak ada apa-apa di rumah ini.”, tuturnya, Kamis (3/9/2026).

Lebih miris lagi, rumah tersebut tidak memiliki kamar mandi. Untuk buang hajat, Pak Saleh terpaksa menggunakan “WC alami” berupa saluran air di dekat rumah. Untuk makan dan minum, Alhamdulillah masih diantar oleh anaknya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Dinas Sosial Kota Bima di bawah arahan Plt. Kadinsos, Rusdhan, S.E., langsung turun ke lokasi.

Bantuan tanggap darurat pun diserahkan. Paketnya berisi busa matras, terpal, beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya. “Semoga dengan bantuan busa matras ini tidur beliau bisa lebih nyaman dan nyenyak,” ujar Rusdhan.

Ia juga menyampaikan bahwa Pak M. Saleh telah terdata sebagai penerima Bansos PKH.
“Kami berharap anak-anak beliau bisa membantu menjaga kebersihan bagian dalam rumah agar lebih rapi dan sehat,” harapnya.

Kisah Pak Saleh menjadi pengingat bagi kita semua. Di tengah kehidupan yang serba cukup, masih ada saudara kita yang berjuang hanya dengan selembar tikar lusuh. Semoga bantuan ini menjadi awal perbaikan hidup Pak Saleh. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page