41 Mahasiswa Keperawatan STIKES Yahya Bima Skrining Tumbuh Kembang Anak di TK Negeri 08 Pena To’i

Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Lewat KPSP, Wujudkan Generasi Emas 2045

Senyum sehat dari TK Negeri 08 Pena To’i. 41 Mahasiswa Keperawatan STIKES Yahya Bima selesai gelar skrining tumbuh kembang anak pakai KPSP, Rabu (10/6/2026). Foto: Ist

Kota Bima, Garda Asakota.-Sebanyak 41 mahasiswa Kelas 4D S1 Keperawatan STIKES Yahya Bima menggelar penyuluhan dan skrining tumbuh kembang anak usia dini di TK Negeri 08 Pena To’i, Rabu (10/6/2026). Kegiatan pakai metode KPSP untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan anak.

Kegiatan mengusung tema “Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak melalui Skrining KPSP untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Mahasiswa melakukan penyuluhan, simulasi, dan pengukuran langsung ke siswa TK.

Dosen pengampu Ns. Arif Budi Wibowo, S.Kep, M.MR., mendampingi mahasiswa. Ia menyebut kegiatan ini bentuk pengabdian masyarakat sebagai bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Mahasiswa harus mampu mengaplikasikan ilmu keperawatan komunitas dan keperawatan anak langsung di masyarakat. Edukasi ke orang tua dan guru soal pemantauan tumbuh kembang itu krusial,” kata Arif.

Kepala TK Negeri 08 Pena To’i, Hj. Rukayah, S.Pd, mengapresiasi kegiatan ini. Bersama dewan guru, ia berharap skrining KPSP rutin dilakukan agar gangguan tumbuh kembang bisa terdeteksi sejak dini.

Skrining Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) digunakan untuk menilai perkembangan motorik kasar, motorik halus, bicara, bahasa, dan sosialisasi anak. Hasilnya jadi acuan guru dan orang tua untuk stimulasi lebih lanjut.

Kegiatan ini sekaligus jadi praktik lapangan mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja. STIKES Yahya Bima menargetkan lulusannya kompeten dan berkontribusi nyata mendukung Indonesia Emas 2045. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page