Kota Bima, Garda Asakota.-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB, Jumat (3/7/2026) di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H., Kepala BPS Provinsi NTB, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Sekda Kota Bima, pimpinan BUMN, serta seluruh anggota TPID Kota Bima.
Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia berharap forum ini menghasilkan langkah strategis pengendalian inflasi di daerah.
“Kota Bima saat ini termasuk daerah dengan tingkat inflasi cukup tinggi di NTB. Namun TPID Kota Bima terus respons cepat melalui operasi pasar murah rutin, sidak ke pasar, dan pemantauan harga kebutuhan pokok,” ujar Feri.
Ia menyebut masih ada komponen penyumbang inflasi di luar kewenangan daerah, salah satunya kenaikan harga tiket pesawat. Karena itu, ia mengharapkan sinergi lebih kuat antara Pemda, Pemprov, Pemerintah Pusat, dan pemangku kepentingan untuk mencari solusi bersama.
Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E, M.IP, mengapresiasi Pemkot Bima sebagai tuan rumah Rakor TPID tingkat provinsi. “Rakor ini forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” katanya.
Ia menjelaskan kenaikan inflasi tidak hanya terjadi di Bima, tapi juga di beberapa kabupaten/kota di Lombok. Meski begitu, angka inflasi mulai menunjukkan tren penurunan berkat kerja sama semua pihak.
“Pengendalian inflasi tidak hanya soal angka statistik. Kita harus paham faktor penyebab naik-turunnya harga di lapangan agar kebijakan lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Wagub menutup dengan berharap Rakor ini memperkuat kolaborasi TPID dalam merumuskan langkah konkret menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan menjaga daya beli masyarakat NTB. (GA. 212*)




















