Kota Bima, Garda Asakota.-Harga semen di Kota Bima melambung tinggi hingga Rp80.000 lebih per sak pada Rabu (10/6/2026). Warga dan pedagang mengeluh kelangkaan stok, sementara ongkos angkut kapal disebut naik.
“Harganya gila, semen Bosowa saja tembus Rp80 ribu per sak dari harga sebelumnya Rp65 ribu. Itupun kami dapatkan beberapa sak saja di sebuah toko,” keluh seorang warga Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Azwar, Rabu (10/6/2026).
Pantauan di sejumlah toko bangunan, harga semen bermerek saat ini berkisar Rp80.000–Rp90.000 per sak. Harga normal sebelumnya Rp68.000–Rp76.000 per sak. Kenaikan mencapai 25–30 persen dalam sepekan terakhir.
Para pedagang mengaku stok menipis. “Mereka berlasan barang masih di perjalanan. Kapal telat, ada juga info ongkos sewa kapal naik imbas dari harga BBM,” katanya meniru pengakuan seorang pedagang di Kota Bima.
Menurutnya, kelangkaan ini dikhawatirkan menghambat proyek pembangunan warga. “Bagaimana kita bisa membangun kalau semua harga naik. Semen mahal, pasir naik, besi naik,” keluh warga Jatiwangi itu.
Warga meminta Pemkot Bima melalui Dinas Perdagangan segera turun tangan. “Tolong dipantau pasar. Kalau ada yang nimbun atau main harga, ditegur. Kasihan kami yang mau bangun rumah,” desaknya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perdagangan Kota Bima belum memberi keterangan resmi terkait lonjakan harga semen dan dugaan kelangkaan stok. (GA. 212*)



















