Lombok, Garda Asakota.-Pertamina Patra Niaga komitmen pemenuhan kebutuhan LPG bersubsidi 3 kg di NTB, khususnya beberapa kabupaten kota yang saat ini mengalami peningkatan konsumsi. Dalam praktik yang berjalan, Pertamina massif melaksanakan monitoring dan evaluasi penyaluran secara berkala, baik yang dilaksanakan secara internal maupun eksternal dengan melibatkan stakeholder terkait. Hal ini dilaksanakan upaya memastikan stok mencukupi dan LPG digunakan sesuai peruntukannya.
Kamis (18/6/2026), beredar informasi masyarakat di wilayah Kabupaten Dompu dan Kota Bima mengeluhkan kesulitan mendapatkan LPG 3 kg. Di Kabupaten Dompu sendiri, harga di level pengecer melonjak hingga Rp50 ribu sampai dengan Rp70 ribu per tabung. Menindaklanjuti keluhan ini, Pertamina Patra Niaga melaksanakan pengecekan pasokan dan isu distribusi di lapangan sekaligus melaksanakan antisipasi dan mitigasi lanjutan.
Pertamina Patra Niaga, sebagaimana disampaikan melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan, penyaluran dari level SPPBE hingga pangkalan dipastikan normal dan sesuai alokasi dengan jumlah pasokan LPG 3 kg dipastikan aman dan mencukupi. “Saat ini untuk wilayah Dompu memang sedang mengalami peningkatan konsumsi dikarenakan masuknya musim tanam, pembukaan lahan pasca panen, dan adanya agenda masyarakat lainnya. Sedangkan untuk Kota Bima dengan isu terkait rantai distribusi,” terang Ahad.
Selanjutnya Ahad menambahkan, menyikapi kondisi ini Pertamina telah melaksanakan antisipasi dan mitigasi lebih lanjut. “Pekan ini telah dilaksanakan kembali penyalurahan tambahan (extra dropping) sebanyak 2.960 tabung untuk Kota Bima, 5.040 tabung untuk Kabupaten Bima, dan 6.720 tabung untuk Kabupaten Dompu.
<span;>Jumlah ini, kata dia, mencapai 80 persen dari konsumsi harian Bima dan Dompu. Jika ditotal, selama periode bulan Juni ini Pertamina sudah menyalurkan tambahan sebanyak 8.960 tabung untuk Kota Bima, 22.656 tabung untuk Kabupaten Bima, dan 18.632 tabung untuk Kabupaten Dompu. Selain extra dropping, Pertamina paralel juga telah melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat terkait kondisi penyaluran LPG 3 kg di lapangan.
Dengan antisipasi dan mitigasi yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg sebagai upaya mendukung aktivitas masyarakat selama periode peningkatan konsumsi,” tutup Ahad.
Pertamina laksanakan penambahan jam operasional SPBE dan di level agen dilaksanakan prioritas pengiriman ke wilayah yang dilaporkan mengalami kendala stok, selanjutnya di level pangkalan telah ditegaskan kembali terkait penjualan sesuai HET dan batas penyaluran ke pengecer serta prioritas penjualan ke tingkat end user dengan tepat sasaran kepada warga sekitar dan sesuai kuota pembelian. Agen dan Pangkalan juga diimbau agar mengedukasi masyarakat untuk tidak panic buying dengan adanya berita beredar yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi Pertamina agar bisa mendapatkan LPG sesuai HET Rp18 ribu dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai. Masyarakat dapat mengakses titik terdekat lokasi pangkalan pada website https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg.
Pertamina telah menegaskan kembali ke seluruh agen dan pangkalan terkait penyaluran harus tepat sasaran dan senantiasa mengecek secara disiplin terkait penjualan akhir ke konsumen. Ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak agen/pangkalan resmi Pertamina, maka akan diberikan sanksi berupa stop alokasi sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135. (GA. 212*)



















