Mataram, Garda Asakota –Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya bertugas menjalankan pekerjaan administratif, tetapi harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang mengabdikan diri dengan penuh komitmen, loyalitas, dan militansi dalam mendukung pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Abul Chair saat memimpin Pengambilan Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/6).
Menurutnya, pengambilan sumpah dan janji PNS bukan sekadar tahapan administratif dalam perjalanan karier ASN, melainkan momentum penting untuk memperkuat integritas, tanggung jawab, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
“Seorang ASN harus memiliki tiga karakter utama, yaitu komitmen, loyalitas, dan militansi. Komitmen untuk menjaga konsistensi dalam bekerja dan melayani masyarakat, loyalitas kepada organisasi dan negara, serta militansi dalam menghadapi berbagai tantangan dengan semangat yang tidak mudah menyerah,” tegas Abul Chair.
Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan berbagai program pemerintah. Karena itu, ASN dituntut terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Saat ini, kata Abul Chair, Pemerintah Provinsi NTB tengah mendorong berbagai agenda pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi penguatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pembangunan desa berdaya, perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan daya saing daerah.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan kelembagaan yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengimplementasikannya. Karena itu, ASN harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap birokrasi, ASN juga dituntut menjadi aparatur yang adaptif, profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil.
Abul Chair menekankan bahwa ukuran keberhasilan ASN tidak semata-mata dilihat dari selesainya pekerjaan administrasi, melainkan dari sejauh mana pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“ASN adalah pelayan masyarakat. Ukuran keberhasilan kita bukan hanya menyelesaikan pekerjaan administrasi, tetapi sejauh mana kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap NTB dan Indonesia melalui kerja nyata serta pengabdian yang tulus. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki kecakapan teknis, tetapi juga mampu bekerja sama, menjaga integritas, serta membangun budaya kerja yang sehat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan ASN yang mampu bekerja sama, berkolaborasi, menjaga integritas, dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga meminta para pimpinan perangkat daerah untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengembangan kompetensi pegawai agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi maupun masyarakat.
Menutup sambutannya, Abul Chair menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang telah resmi mengucapkan sumpah dan janji sebagai PNS. Ia berharap momentum tersebut menjadi pengingat bahwa status ASN adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang hari ini mengucapkan sumpah dan janji. Jadilah ASN yang profesional, berakhlak, berintegritas, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar membangun NTB Makmur Mendunia,” pungkasnya. (*)



















