Asisten II Walikota Bima Lepas 65 Siswa SDN 1 Melayu, Sekolah Sirih Puan Lahirkan Generasi Qur’ani Berkarakter

Puncak Panen Karya dan Prestasi 2025/2026, Punya 6 Program Unggulan Sendi-Kapinta-Kabua, Target Lahirkan Atlet Panahan Nasional

Asisten II Walikota Bima bersama Kasek SDN 1 Melayu Endang Mariniwati dan guru memanen hasil Kebun Sirih Puan. Program KABUA ajarkan siswa kemandirian pangan. Foto: Ist

Kota Bima, Garda Asakota.-SDN 1 Melayu Kota Bima melepas 65 siswa kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 dalam Puncak Perayaan Panen Karya dan Prestasi, Senin (22/6/2026). Acara dirangkai Khataman Al-Qur’an dan Panen Raya Kebun Sirih Puan. Asisten II Walikota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, hadir sekaligus melepas siswa dengan pesan: “Terus bimbing anak jadi generasi cerdas berkarakter Qur’ani. Tak mustahil Presiden lahir dari SDN 1 Melayu.”

65 siswa kelas VI dilepas resmi setelah 6 tahun menuntut ilmu. Acara dirangkai Khataman Al-Qur’an sebagai bekal akhlak dan Panen Raya hasil Kebun Sirih Puan sebagai bekal kemandirian.

Kepala Sekolah Endang Mariniwati, S.Pd, yang baru 4 bulan dilantik, memaparkan gebrakan yang ia lakukan. Pertama, fokus membangun panggung permanen yang bisa dipakai siswa seumur hidup dan warga sekitar.

Kedua, menciptakan kreasi “Kebun dan Apotik Hidup” berisi ragam sayur pangan dan kolam ikan. Siswa belajar tanam-panen langsung. “Karena area sekitar terkenal ‘Texas-nya Kota Bima’, kami pasang CCTV demi keamanan anak-anak,” ungkap Endang.

SDN 1 Melayu juga bangga jadi Sekolah Terbersih ke-2 se-Kota Bima. Kini punya ekstrakurikuler panahan. “Target kami lahirkan atlet panahan nasional dari sini,” tegasnya.

Untuk wujudkan mimpi “Sekolah Sirih Puan Melayu”, sekolah punya 6 program unggulan yakni Sendi, Setara, Kapinta, Kabua, Jumat Barokah, dan Sabet. Semua diselaraskan dengan program Pemkot Bima BISA = Bersih, Indah, Sehat, dan Asri.

Sementara itu. Asisten II Walikota Drs. H. Supratman, M.AP, dalam arahannya menekankan karakter. Menurutnya, membangun anak Indonesia hebat itu butuh proses dan sabar.

“Nggak akan terwujud kalau orang tua di rumah apatis. Terus bimbing anak jadi generasi cerdas, berkarakter Qur’ani, berakhlakul karimah. Semoga pengganti pemimpin, bahkan Presiden, lahir dari SDN 1 Melayu,” pungkasnya di acara yang dihadiri Korwas, Pembina dan Pengawas Pendidikan Asakota, Kasek SD se-Asakota, Lurah Melayu, dan wali murid. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page