Bima, Garda Asakota.-Persoalan sampah kembali jadi sorotan. Tumpukan dan sampah berserakan di sepanjang jalan lintas Tente-Langgudu dinilai mencerminkan lemahnya penanganan kebersihan di Kabupaten Bima.
Pegiat lingkungan, Den Alex, mengkritisi kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima.
Menurutnya, sampah yang dibiarkan berserakan di ruang publik bukan persoalan biasa. “Ini menyangkut kebersihan, kesehatan, kenyamanan masyarakat, serta wajah daerah,” ujarnya.
Den Alex menilai DLH sebagai instansi berwenang seharusnya lebih aktif melakukan pengawasan dan penanganan di titik-titik pembuangan sampah.
Ia berharap kritik ini tidak berhenti di wacana. “Harus diikuti langkah nyata berupa pembersihan, pengawasan, serta edukasi agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan,” tegasnya.
Menanggapi sorotan itu, Kepala DLH Kabupaten Bima, Syarifuddin H. Ndae, S.T, M.T., Senin (24/8/2026) mengatakan persoalan sampah bukan semata tanggung jawab DLH.
“Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab DLH, tetapi desa juga harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.
Syarif memastikan kritik tersebut jadi perhatian. DLH akan turun langsung ke lapangan. “Kita usahakan Rabu ke lokasi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan penanganan sampah jadi prioritas DLH. Namun pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan ketersediaan petugas. (GA. 003*)
























